Copyright© All Rights Reserved auddreysindhutomo.blogspot.com

Jumat, 16 Maret 2012

Pengertian E-Channel

Mobile banking, internet banking, mesin CDM (cash deposit machine ) dan mesin ATM, saat ini sudah merupakan standard e-channel di hampir semua bank – bank besar di Indonesia. Tanpa adanya e-channel tersebut rasanya susah untuk memenangkan persaingan dalam melakukan strategi pemasaran di masyarakat. Kondisi masyarakat sendiri sudah berubah banyak dari masyarakat agraris menjadi masyarakat yang sangat bergantung pada tehnologi dan menginginkan segala sesuatu berjalan dengan sangat cepat atau instant.

Dengan adanya e-channel seperti mobile banking, internet banking, mesin CDM ataupun mesin ATM, tentu akan sangat membantu masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan dengan sangat cepat. Disamping itu juga bagi perbankan dengan adanya e-channel, perputaran uang akan semakin banyak, cepat dan dapat memberikan fee base income yang tidak sedikit jumlahnya bagi bank yang bersangkutan.

Electronic banking mencakup wilayah yang luas dari teknologi yang berkembang pesat. Beberapa diantaranya terkait dengan layanan perbankan di “garis depan” atau front end, seperti ATM dan komputerisiasi (sistem) Perbankan, dan beberapa kelompok lainnya bersifat ”back end”, yaitu teknologi-teknologi yang digunakan oleh lembaga keuangan, merchant, atau penyedia jasa transaksi, misalnya electronic check conversion.

Selain itu, beberapa jenis E-banking terkait langsung dengan rekening bank. Jenis E-Banking yang tidak terkait rekening biasanya berbentuk nilai moneter yang tersimpan dalam basis data atau dalam sebuah kartu (chip dalam smart card). Dengan semakin berkembangnya teknologi dan kompleksitas transaksi, berbagai jenis E-banking semakin sulit dibedakan karena fungsi dan fiturnya semakin terintegrasi atau mengalami konvergensi. Sebagai contoh, sebuah kartu plastik mungkin memiliki “magnetic strip” yang bisa mengkaitkan dengan rekening bank, dan juga memiliki nilai moneter yang tersimpan dalam sebuah chip. Kadang kedua jenis kartu tersebut disebut “debit card” oleh merchant atau vendor.

Berikut awal mula terciptanya produk-produk E-Banking :

1. Konsep awal Bank

2. Kendala bertransaksi

3. Solusi bertransaksi perbankan

4. Definisi delivery channel

5. Produk-produk E-Banking saat ini

Dan kendala yang timbul saat bertransaksi di Bank :

1. Lokasi Bank yang cukup jauh

2. Kesulitan menarik dana pada malam hari

3. Antrian panjang dan lama

Solusi Bertransaksi

Delivery Channel, atau disebut juga dengan “kepanjangan tangan dari Bank”. Delivery Channel merupakan fasilitas pelayanan yang diberikan kepada nasabah untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi.

Contoh : phone banking (menggunakan HP), dimana cukup sangat aman, mudah, dan yang pastinya bebas dari antrian.

Contoh cara lain dalam bertransaksi :

1. ATM

2. Debit

3. Call Center

4. Internet

5. Autodebet

6. SMS

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Poskan Komentar