Copyright© All Rights Reserved auddreysindhutomo.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Pemrograman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Pemrograman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Maret 2012

GRAPHIC pada C++

Inisialisasi Grafik

Untuk menggambar grafik dalam Turbo C, maka langkah yang pertama kali harus dilakukan adalah dengan mengubah mode layar dari mode text menjadi mode grafik, dengan cara :

#include

main()

{

int graphdriver, graphmode;

graphdriver=VGA;

graphmode=VGAHI;

initgraph(&graphdriver,&graphmode,”C:\\TC\\BGI”);

//disinilah ditulis perintah penggambaran

getch();

closegraph();

return 0;

}

Untuk menutup mode grafik dan kembali ke mode text, perintah yang diperlukan adalah closegraph.

Untuk melihat driver dan mode yang bisa dipakai, carilah keterangannya dengan menggunakan fasilitas help atau tempatkan kursor di posisi VGAHI kemudian tekan tombol Ctrl+F1.

Mengambil nilai Koordinat X dan Y

Ada beberapa perintah untuk mengambil posisi koordinat x atau y, diantaranya :

getmaxx()

Perintah ini digunakan untuk mengambil nilai maksimal dari koordinat x. Fungsi ini mempunyai nilai integer.

getmaxy()

Perintah ini digunakan untuk mengambil nilai maksimal dari koordinat x. Fungsi ini menghasilkan nilai integer.

getx()

Perintah ini digunakan untuk mengambil posisi x dari kursor yang sedang aktif.

gety()

Perintah ini digunakan untuk mengambil posisi y dari kursor yang sedang aktif.

Pembuatan Garis, Kotak

Membuat Kotak

Untuk membuat/menggambar kotak, perintahnya adalah :

rectangle(x1,y1,x2,y2);

Dimana x1=koordinat kiri/kanan, y1=koordinat atas/bawah, x2=koordinat kiri/kanan, y2=koordinat atas/bawah.

Contoh :

rectangle(0,0,getmaxx(),getmaxy());

rectangle(10,10,getmaxx()-10,getmaxy()-10);

Membuat Garis

Untuk membuat/menggambar garis, perintahnya adalah :

line(x1,y1,x2,y2);

Dimana x1=koordinat kiri/kanan, y1=koordinat atas/bawah, x2=koordinat kiri/kanan, y2=koordinat atas/bawah.

Contoh :

line(0,0,getmaxx(),getmaxy());

line(getmaxx(),0,getmaxx()/2,getmaxy()/2);

Membuat garis dengan moveto, lineto dan linerel

Perintah lineto digunakan untuk membuat suatu garis dari posisi kursor. Perintah moveto digunakan untuk memindahkan kursor ke posisi tertentu, fungsinya seperti gotoxy dalam mode text.

Bentuk dasar untuk perintah moveto adalah

moveto(x,y)

Dimana x adalah koordinat x yang dimaksud, y adalah koordinat y yang diinginkan.

Bentuk dasar untuk perintah lineto adalah

lineto(x,y);

Dimana x adalah koordinat x yang dimaksud, y adalah koordinat y yang diinginkan.

Contoh :

moveto(100,100);

lineto(125,150);

lineto(75,150);

lineto(100,100);

Membuat garis dengan moverel dan linerel

Perintah linerel digunakan untuk menggambar suatu garis dari posisi kursor aktif ke posisi yang diinginkan berdasarkan jarak dari posisi kursor aktif. Perintah moverel digunakan untuk memindahkan kursor ke posisi tertentu dari posisi kursor aktif berdasarkan jarak dari posisi kursor aktif tersebut.

Bentuk dasar untuk perintah linerel adalah :

linerel(dx, dy);

Dimana dx adalah jarak koordinat x baru dari posisi x kursor aktif, dan dy adalah jarak koordinat y baru dari posisi y kursor aktif.

Bentuk dasar untuk perintah moverel adalah :

moverel(dx, dy);

Dimana dx adalah jarak koordinat x baru dari posisi x kursor aktif, dan dy adalah jarak koordinat y baru dari posisi y kursor aktif.

Contoh :

moveto(100,100);

linerel(25,50);

linerel(-50,0);

linerel(25,-50);

Pembuatan Lingkaran, Elips, Arc (Busur)

Membuat Lingkaran

Untuk membuat/menggambar lingkaran, perintahnya adalah :

circle(x,y,r);

Dimana, x adalah koordinat x dari titik tengah, y adalah koordinat y dari titik tengah dan r adalah radius lingkaran.

Contoh :

circle(getmaxx()/2, getmaxy()/2,100);

circle(50,50,25);

Membuat Ellipse

Untuk membuat/menggambar elip, perintah yang dipakai adalah :

ellipse(x,y,d1,d2,rx,ry);

dimana x adalah koordinat x dari titik tengah, y adalah koordinat y dari titik tengah, d1 dan d2 merupakan derajat awal ellips, rx adalah radius ellipse di sumbu x, dan ry adalah radius ellipse di sumbu y.

Contoh :

ellipse(getmaxx()/2,getmaxy()/2,0,180,100,50);

ellipse(200,200,90,270,150,25);

Membuat Busur

Membuat busur mirip dengan membuat ellipse. Perbedaannya adalah tidak diperlukan radius x atau radius y, karena radius x dan radius y dalam busur adalah sama.

arc(x,y,d1,d2,r);

Contoh :

arc(getmaxx()/2, getmaxy()/2, 0,270,100);

arc(150,150,0,180,75);

Penulisan Text

Perintah-perintah yang dipakai untuk mengatur dan menuliskan suatu text ke layar dalam mode grafik, adalah :

settextstyle

Perintah ini digunakan untuk mengatur karakteristik tulisan.

Bentuk dasar perintahnya adalah :

settextstyle(bentukfont,arahfont,besarfont);

Dimana bentuk font adalah bilangan yang menunjuk ke bentuk huruf, arah font menunjukan arah penulisan huruf apakah horizontal (0), atau vertikal (1) dan besar font adalah bilangan yang menunjukan besarnya font.

Contoh :

settextstyle(1,1,5);

settextstyle(4,0,5);

settextjustify

Perintah ini digunakan untuk mengatur posisi penulisan text, apakah rata kanan, tengah, rata kiri serta posisi atas, tengah dan bawah.

Bentuk dasar adalah :

settextjustify(horizontal, vertikal)

Dimana horisontal adalah bilangan yang menunjukan perataan di bagian horizontal dengan nilai yang diperbolehkan adalah 0=kiri, 1=tengah, 2=kanan, dan vertikal menunjukan perataan di bagian verikal dimana bilangan yang diperbolehkan adalah 0=bawah, 1=tengah, 2=atas.

Contoh :

settextjustify(1,1);

settextjustify(1,0);

outtextxy

Perintah diatas digunakan untuk menuliskan string ke layar dalam modus grafik di posisi tertentu, sesuai justifikasinya.

Bentuk perintah dasarnya :

outtextxy(x,y,text);

Dimana x dan y adalah posisi yang diinginkan dan text adalah tulisan yang ingin ditampilkan.

Contoh :

outtextxy(200,20,”UNIKOM”);

outtextxy(400,50,”Universitas Komputer Indonesia”);

outtext

Perintah diatas digunakan untuk menulis string dalam posisi kursor.

Bentuk dasarnya adalah :

outtext(text);

Contoh :

outtext(“Universitas Komputer Indonesia”);

outtext(“Teknik Informatika”);

Pengarsiran

Perintah-perintah yang diperlukan untuk membuat suatu bentuk yang sudah terarsir adalah :

Setfillstyle

Perintah setfillstyle digunakan untuk mengatur pengarsiran.

Bentuk dasarnya adalah :

setfillstyle(bentuk,warna);

Dimana bentuk adalah bilangan antara 0 .. 12 yang menandakan bentuk arsiran dan warna adalah warna dari arsirannya.

Contoh :

setfillstyle(1,RED);

Bar

Perintah bar digunakan untuk membuat suatu bentuk kotak yang telah diarsir.

Untuk membuat/menggambar kotak, perintahnya adalah :

bar(x1,y1,x2,y2);

Dimana x1=koordinat kiri/kanan, y1=koordinat atas/bawah, x2=koordinat kiri/kanan, y2=koordinat atas/bawah.

Contoh :

bar(0,0,getmaxx(),getmaxy());

bar(10,10,getmaxx()-10,getmaxy()-10);

bar3d

Perintah bar3d adalah perintah untuk membuat suatu bentuk kotak 3 dimensi.

Perintah dasarnya adalah :

bar3d(x1,y1,x2,y2,tebal,atas);

Dimana x1=koordinat kiri/kanan, y1=koordinat atas/bawah, x2=koordinat kiri/kanan, y2=koordinat atas/bawah, tebal adalah ketebalan kotak, dan parameter atas diisi 0(bar tidak ditutup) atau 1(bar ditutup).

Contoh :

bar3d(1,1,50,300,10,1);

bar3d(60,1,110,300,5,0);

pieslice

Perintah diatas digunakan untuk membuat suatu lingkaran yang telah diarsir.

Perintah dasarnya adalah :

pieslice(x,y,d1,d2,radius);

Dimana x dan y adalah koordinat titik tengah, d1 dan d2 adalah derajat awal dan akhir, dan radius adalah radius lingkaran yang ingin dibuat.

Contoh :

pieslice(getmaxx()/2, getmaxy()/2,90,360,50);

pieslice(getmaxx()/2-10, getmaxy()/2-10,0,90,50);

Untuk perintah lain coba pelajari di bagian help dengan cara tempatkan kursor di graphics.h kemudian tekan Ctrl+F1.


Referensi :http://ilmukamu.wordpress.com/2011/11/28/graphic-pada-c/


Sharing is caring ^_^ # Auddrey

Fungsi (FUNCTION) pada C++

Pendahuluan

Fungsi merupakan blok dari kode program yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. Fungsi banyak dilibatkan dalam pembuatan suatu program, dengan tujuan :

Program menjadi lebih tersetuktur, sehingga mudah dipahami dan mudah dikembangkan

Dapat mengurangi pengulangan kode.

Bentuk umum suatu fungsi adalah sebagai berikut :

Tipedata namafungsi(daftarparameter)

{

/*Badan Fungsi*/

return nilaireturn; /* untuk tipe data bukan void */

}

Fungsi Bertipe void

Fungsi bertipe void, kalau dalam program pascal atau delphi disebut sebagai procedure. Fungsi ini tidak mempunyai nilai kembalian, jadi fungsi bertipe ini hanya merupakan sekumpulan kode program yang bekerja sesuai dengan parameter yang diberikan.

Contoh fungsi bertipe void :

void TampilNama()

{

textcolor(RED);

cprintf(“Nama Saya : Tulis Nama Ada\n\r”);

cprintf(“Alamat : Jl. Can Di Aspal No. 70\n\r”);

cprintf(“Telepon : 022-2513709\n\r”);

}

main()

{

TampilNama();

TampilNama();

TampilNama();

}

Dalam program di atas, ada sebuah fungsi yang bernama TampilNama(), yang berguna untuk menampilkan data Nama, Alamat, dan Telepon. Dalam program utama (fungsi main() ), cara pemanggilan fungsi tersebut adalah dengan menulis nama fungsinya (dalam hal ini TampilNama() ). Jadi program di atas akan menampilkan isi fungsi TampilNama() sebanyak 3 kali.

Fungsi di atas merupakan fungsi yang dipanggil tanpa memakai parameter. Untuk melihat contoh fungsi berparameter, perhatikan program di bawah ini.

void Kotak(int X1,int Y1, int X2,int Y2,int Bingkai,int Latar)

{

int i;

textcolor(Bingkai);

textbackground(Latar);

gotoxy(X1,Y1);cprintf(“é”); /* alt+218 */

gotoxy(X1,Y2);cprintf(“%c”,192);

gotoxy(X2,Y1);cprintf(“%c”,191);

gotoxy(X2,Y2);cprintf(“%c”,217);

for (i=X1+1;i<=X2-1;i++)

{

gotoxy(i,Y1);cprintf(“%c”,196);

gotoxy(i,Y2);cprintf(“%c”,196);

}

for(i=Y1+1;i<=Y2-1;i++)

{

gotoxy(X1,i);cprintf(“%c”,179);

gotoxy(X2,i);cprintf(“%c”,179);

}

}

main()

{

Kotak(1,1,80,24,WHITE,BLUE);// Memanggil Procedur Kotak

Kotak(2,2,15,23,WHITE,RED);

getch();

return 0;

}

Void Kotak merupakan sebuah fungsi yang akan membuat suatu kotak di layar sesuai dengan koordinat yang diberikan di bagian parameter. Koordinat tersebut adalah koordinat kiri atas (X1,Y1), dan koordinat titik kanan bawah (X2,Y2). Selain itu fungsi ini membutuhkan parameter Bingkai yang berguna untuk menentukan warna bingkai kotak, dan juga parameter Latar yang berguna untuk menentukan warna latar belakang kotak yang dibuat.

Pemanggilan Kotak(1,1,80,24,WHITE,BLUE) berguna untuk membuat kotak dengan posisi kiri atas pada koordinat (1,1) dan posisi kanan bawah pada koordinat (80,24) dengan warna bingkai kotak berwarna putih dengan latar belakang kotak berwarna biru.

Fungsi bertipe data

Dalam dunia matematika, kita mengenal fungsi. Contoh : F(X)=X2+3X+5, yang berarti kita mempunyai sebuah fungsi bernama F yang membutuhkan parameter X sebagai data yang akan dihitung dengan persamaan X2+3X+5 sehingga kalau kita menulis F(5), maka nilai dari fungsi tersebut adalah 52 + 3.5+ 5 = 45.

Bentuk umum dari Function ini dalam bahasa Pascal adalah :

typedata NamaFungsi(daftar parameter)

{

Perintah;

Perintah;

Return NilaiHasilUntukFungsi;

}

Contoh 1 : Fungsi matematik untuk menghitung persamaan F(X) = X2+3X+5;

float F(float X)

{

return X*X+3*X+5;//Fungsi diisi hasil dari perhitungan X2+3*X+5

}

Contoh 2 : Fungsi untuk mencari Faktorial dari suatu nilai

float Faktorial(int N)

{

int I;

float Hasil;

Hasil:=1;

for(I=2;I<=N;I++)

Hasil=Hasil * I;

return Hasil;

}

Contoh 3: Fungsi untuk mencari Kombinasi dengan rumus :

Kombinasi (X,Y) =

Float Kombinasi(int X, int Y)

{

return Faktorial(Y) / (Faktorial(X)*Faktorial(Y-X));

}


Sumber http://ilmukamu.wordpress.com/2011/11/28/fungsi-function-pada-c/


Sharing is caring ^_^ # Auddrey